Dari tahun 2011 sampai 2015 saya jadi pemborong kecil
yg mengerjakan proyek Tower , untuk mobilisasi saya menggunakan mobil Pick
up.
para pembaca disini saya yakin tidak banyak tahu jika pengguna atau
supir mobil bak (niaga) banyak kendala dijalan.
saya dan pengguna mobil niaga lainnya musuh terbesar dijalan bukanlah POLISI tetapi Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya atau disingkat DLLAJR.
karena jika dijalan bertemu POLISI sedang operasi yg penting SIM dan STNK masih berlaku sudah pasti aman.
Nah .. berbeda dengan bertemu DLLAJR .
bagaimana tidak horor saudara !! contoh mobil
Plat E ( Area Cirebon) keluar dari area tersebut maka pasti akan di periksa selain surat uji kendaraan berkala (KIR) juga akan diminta
1. Surat Keterangan Usaha Angkutan
2. Surat ijin bongkar muat untuk daerah tersebut (misal lewat Bekasi maka
harus ada surat daerah bekasi)
3. Surat SIPA
4. Pemeriksaan barang yg dibawa di bak pickup tersebut, jika barang
orang lain maka plat nopol harus kuning (Angkutan Umum) dan harus ada surat jalan.
5. Muatan penuh harus lewat jembatan timbang , (standart muatan atau
tidak tetap bayar)
Semua syarat itu membuat ribet ujung ujungnya duit (UUD) maka jangan
heran jika ada supir sudah lihai dan punya mental (menyuap) baik di
jembatan timbang maupun pos-pos DLLAJR .
Di tanggal 26 Juli 2015 adalah puncak kekesalan saya karena tertangkap di
Pos DLLAJR Bekasi dan kekesalan saya tulis di surat pembaca dan dimuat
harian "PIKIRAN RAKYAT" edisi 6 Agustus
2015
Klik dan baca ya
kurang puas dengan surat pembaca sayapun kirim surat keluhan ke Inspektorat Jendral Kementrian Perhubungan Darat Pusat. harapan saya sih dipanggil dan dijadikan saksi korban oknum-oknum
DLLAJR.
Info dari temen-temen sesama pengguna mobil pick up, DLLAJR nakal terbanyak di wilayah Jawa Barat dan Lampung serta sekitaran Sumatera dan itu kebetulan wilayah kerja saya
Ditahun yang sama kami pernah punya niat dan rencana besar ingin membuat aliansi
supir mobil niaga dengan tujuan bersama-sama demo di instansi terkait,
tapi apadaya karena tidak ada modal dan kurang dukungan , jadi ya harapan
tinggal harapan.
Saya dan teman teman sesama pengguna hanya bisa berdoa dan berdoa agar
DLLAJR dibereskan, karena bagi kami DLLAJR seperti Allah menciptakan nyamuk ,
nyamuk itu mengganggu walaupun tidak diganggu , dan nyamuk itu menurut saya lebih banyak mudaratnya
dibanding mamfaat.
Di awal desember 2015 menteri perhubungan
Ignasius Jonan menutup Jembatan timbang dan membereskan
pungli-pungli , meniadakan surat-surat yg berpotensi pungli.
Alhamdulillah ya Allah doa kami terkabul.
bagi kami bapak Ignasius Jonan bukan hanya seorang menteri perhubungan tapi beliau adalah seorang Pahlawan .
walaupun dari 2018 sampai sekarang jembatan timbang beroperasi kembali tapi setidaknya sekarang lebih baik dibanding ditahun itu.
yang terakhir , harapan saya adalah
mudah-mudahan Uji Kir berfungsi dengan sebenarnya agar tidak ada lagi truck dan bus yg nabrak dari belakang karena rem blong.
mudah-mudahan jembatan timbang berfungsi dengan sebenarnya agar tidak ada truck terguling karena kelebihan muatan.
mudah-mudah pungli dijalan hilang karena jelas jelas merugikan .
berikut contoh surat yg saya miliki waktu menggunakan pickup
Mamtal Pakde, artokelnya sangat bermanfaat..1👍👍
BalasHapus